Minggu, 13 Maret 2016

Tips Naik Gunung Ciremai Tanpa Merasakan Lelah

Assalamu'alaikum wr.wb

Disini saya mau memberikan sedikit tips buat para anak muda, terutama yang masih SMP dan SMA yang mau ngerasain bagaimana serunya naik gunung. Bukannya saya mau sok lebih tau daripada kalian, tapi karena saya sudah pernah naik gunung, saya sarankan mending anda batalkan niat kalian buat naik gunung. Bahaya. Bisa membuat anda ketagihan. :D

Okee langsung saja. Disini saya mengambil satu contoh gunung yang track nya bikin batuk, tetapi bikin ngga mau turun saat sudah sampai di puncak. Nah gunung ini adalah Gunung Ciremai atau kalau para pemula (pendaki bermuka lama) bilang ---> Atap Jawa Barat. Disini gua mau ngasih tips buat kalian yang masih baru, bagaimana naik gunung setinggi 3078 mdpl itu tanpa merasa lelah. 

1. Pakai sepatu hiking yang sesuai
  Gambar sepatu kaya yang saya pasang ini, salah satu contoh sepatu yang sesuai buat naik gunung, apalagi gunung Ciremai. Ini yang paling utama, karena berdasarkan pengalaman saya, masih ada yang pakai sepatu sekolah. Tenang, di gunung ngga ada guru BK, anda ngga akan kena razia. :p 


2.  Pakai sarung tangan
    Pakai sarung tangan saat anda naik dan turun gunung. Jadi, saat trek nanjak, ketika pijakan pada kaki anda terlalu jauh buat dijangkau, anda harus narik ranting-ranting di kanan dan kiri anda untuk memudahkan anda memijakkan sebelah kaki anda ke pijakan selanjutnya. Nah, sarung tangan ini berguna untuk menghindarkan luka di tangan anda.

3. Jangan beristirahat terlalu lama
   Serius, istirahat terlalu lama itu ngga baik. Justru dengan istirahat yang terlalu lama malah membuat tubuh anda lebih cepat kehilangan dahaga saat  anda melanjutkan perjalanan lagi.

4. Nikmati perjalanan
   Hilangkan mindset di otak anda kalau naik gunung itu harus sampai puncak. Nikmati aja saat dalam perjalanan naik ke puncak, seperti mendengarkan lagu atau ngobrol dengan partner hiking anda, yang pasti jangan buka artikel saya saat naik gunung, karena di sana ngga ada sinyal. :))

5. Memijakkan kaki sesuai sol sepatu
  Ini seperti yang saya tulis di no.1, sepatu yang anda pakai harus sesuai. Jalur gunung Ciremai itu sudah sering dilewati sehingga membentuk jejak-jejak sepatu. Saat naik, gunakan bagian depan telapak kaki anda saja pada jejak-jejak sepatu itu. Sedangkan saat turun, gunakan bagian belakang saja. Kalau sepatu yang anda pakai ngga sesuai, sepatu anda akan rusak.

6. Lari saat menuruni gunung
   Khusus jalur palutungan Ciremai, anda harus sprint dari puncak sampai bawah, saat melewati jalur landai, anda jogging, dan jalan mundur saat sudah sampai di sekitar pemukiman karena jalanannya beraspal. Jangan lupa tetap berpegangan pada akar atau ranting agar tidak terperosok ke jurang.

Itulah beberapa tips dari saya. Selamat menikmati perjalanan kalian kawan.

Wassalamu'alaikum wr.wb

5 komentar:

  1. terimakasih,tips nya sangat membantu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama kang, silahkan di coba semoga berhasil ๐Ÿ‘

      Hapus
    2. Sama-sama kang, silahkan di coba semoga berhasil ๐Ÿ‘

      Hapus
  2. Mas kalo mau naik ciremai start jam 6 sore disaran kan gak sih apa terlalu bahaya? Atau kalo mulai nanjaknya udh terlalu malam bagusnya diriin tenda dimana? Karena kemungkinan saya dan teman2 baru bisa nyampe di citebonnya sore.

    BalasHapus
  3. O Soccer Predictions - Thakasino ์ œ์™•์นด์ง€๋…ธ ์ œ์™•์นด์ง€๋…ธ ๋‹คํŒŒ๋ฒณ ๋‹คํŒŒ๋ฒณ 378royal prive vip online casino

    BalasHapus

Terima kasih sudah memberikan komentar